Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2025

AKHIR FEBUARI BAGIAN 2

HILANG DITELAN KASUR   Pagi menjelma bagai jari-jari lentik menarik raga untuk segera belari  alam sudah mengulang sejak dini hari  tapi apa daya raga ragaa tak bisa di paksa.    Kasaur untuk hari ini, esok dan nanti tak terasa impian jadi kenangaan  harapan menjelma jadi omongan  iming-iming kepantasan hilang Hilang mengikuti langit kian malam  AH....!!! sial lagi-lagi kasur menjelma menjadi lumpur  lumpur yang yang menghisap harapan terkubur Dariku. DIKTATOR CINTA Egoislah aku hanya ingin engkau egoislah manusia yang satu ini  hanya ingin engkau yang hanya ingin mendapatkan mu Aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana seperti hal nya angin menghembus kepada dedaunan itu Aku ingin mencintaimu dengan indah  selayak nya burung membuat sarang  engkau lebih sederhana dengan semestinya  Terimakasih untuk segalanya  Terimakasih untuk telah mau kepada lelaki yang bernafas di atas tanah

PUISI KU 2025 (ANGIN FEBUARI)

 CIRI KHAS Aku menemukan ciri khas dalam setiap perjalanan Menemukan tempat-tempat baru yang khas Membuat seakan-akan menjadi ciri khas tersendiri                    Mungkin rasa hormat untuk tidak   mengadili masa lalu dalam keadaan  masa kini          untuk suatu hari kudambakan  Terima kasih engkau telah mau Terimakasih engkau sudah sudi Kepada ku lelaki yang berjalan Dimuka bumi. MERAYAKAN KEMBALI HADIRNYA HUJAN Mengagumkan sore, ini hujan kembali membasahi kota hiruk pikuk manusia seakan lenyap Dalam sekejap sebagian menggerutu di pinggiran toko sebagian lagi menghisap sebagian roko dan kopi Di dalam nya. Sedanng aku memilih opsi ke 2 Diatas meja-meja mereka menyajikan kopi Hitam pekat Aku sengaja memesan nya untuk merayakan mu merakan hadir mu kembali  melalui rintik hujan Cinta yang Aggung A dalah ketika kamu merintikan air mata Dan masih peduli terhadap nya Adalah ketika...